Sabtu, 11 Juli 2015

Definisi Fakta dan Konsep dalam Pembelajaran Fisika

Secara sederhana, fakta (dalam pembelajaran fisika), merupakan segala sesuatu yang diamati oleh panca indra. Pengamatan oleh panca indra meliputi (melihat, mendengar, merasakan, dan mecium) dengan menggunakan dan atau tidak menggunakan alat ukur. Pengamatan tersebut dapat dilakukan secara langsung oleh panca indera maupun dibantu alat (pengamatan tidak langsung). Jika pengamatan yang dilakukan lebih dari satu fakta dan fakta-fakta tersebut saling berhubungan atau saling berpengaruh, maka dapat ditetapkan suatu konsep.

Konsep merupakan suatu abstraksi dari fakta-fakta (secara umum merupakan fakta konkret) sehingga hanya siswa yang telah mengalami tingkat berfikir formal saja yang dapat memahami konsep. Sejatinya, konsep, dalam pembelajaran fisika diberikan kepada siswa dengan taraf berfikir formal yang baik.Dampak dari ketidakmampuan berfikir formal ini adalah siswa memiliki kemampuan berfikir kritis yang lemah. Memberikan contoh persoalan fisika dalam dimensi konsep, kemudian menanyakan persoalan yang sama meskipun peristiwa persoalan dirubah (ulangan), tidak melatih siswa berfikir kritis sehingga hasil ujian rendah - siswa sering mengatakan, "Kok, soalnya susah, sih? Kok yang dipelajari selama ini, soalnya beda?". Sesuai dengan pemahaman tersebut, ulangan berbeda dengan ujian. Ulangan merupakan kegiatan mengulang, menanyakan kembali, apa yang terlah dipelajari berdasarkan domain pembelajarannya, sedangkan ujian merupakan tujuan dari mengulangkan pembelajaran. Selain itu, pemberi ulangan berbeda dengan pemberi ujian. Ulangan dilakukan oleh guru, satuan pendidikan, dan musyawarah guru mata pelajaran, tetapi ujian dilakukan oleh pemerintah (dalam hal ini kemendikbud) dan telah diberi kisi-kisi terlebih dulu.    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label

Pembelajaran Fisika

Pembelajaran Fisika

Fase Mengamati (Hubungan Momentum Sudut dengan Momen Inersia)

Fase Mengamati (Hubungan Momentum Sudut dengan Momen Inersia)

Peta Konsep Fluida Dinamis

Peta Konsep Fluida Dinamis

Fase Mengamati (Persamaan Kontinuitas)

Fase Mengamati (Persamaan Kontinuitas)

Kelas Fisika

Kelas Fisika

Jurnal Pembelajaran Fisika

Bandarlampung, 1 Februari 2014

SMA Kebangsaan Lampung Selatan
X MIA 1
Presentasi Tugas Proyek:
Menganalisis pengaruh gerak vertikal wadah berlubang (2 lubang sejajar pada dasarnya) berisi air terhadap tekanan hidrostatis pada dasar wadah tersebut.
Proses Pembelajaran Siswa:
(1) Siswa ditugaskan menyiapkan alat, bahan, dan langkah percobaan sesuai dengan tujuan percobaan sehingga diperoleh kesimpulan pengaruh gerak vertikal terhadap tekanan hidrosatis pada dasar wadah berlubang. (2) Hasil pengamatan siswa berupa gambar dan video yang mampu merepresentasikan tujuan percobaan (membuktikan, menganalisis, dan menyimpulkan data).
Hasil Pembelajaran:
Pembelajaran berjalan sesuai dengan perencanaan pelaksanaan pembelajaran, yaitu; (a) Siswa melaporkan hasil tugas proyek, (b) Guru menilai presentasi siswa, (c)diakhir pembelajaran dilaksanaan kuis untuk mengukur ketercapaian pembelajaran (pengetahuan, keterampilan, sikap) siswa. Namun demikian, 4 siswa belum dapat dilakukan penilaian kinerja (mempresentasikan hasil pengamatan), dikarenakan data 4 siswa tersebut tidak dibawa di kelas. Selain itu, secara umum siswa belum mampu menyimpulkan hasil pengamatan dengan menganalisi prinsip tekanan hidrostatis pada dasar wadah berlubang berisi air.
Kesimpulan yang diharapkan:
1. Ada pengaruh gerak vertikal wadah berlubang berisi air terhadap tekanan hidrostatis.
2. Selama bergerak vertikal, massa wadah berlubang berisi air lenyap.

Sampel Hasil Pembelajaran Siswa

Sampel Data Siswa

Praktikum Azas Black

Praktikum Azas Black

Kelas Olimpiade Fisika SMA

Kelas Olimpiade Fisika SMA

Peta Konsep Kinematika Gerak

Peta Konsep Kinematika Gerak

Kelas Latihan Soal Olimpiade Fisika SMA

Kinematika 1:

Aplikasi GLBB dan Gerak Parabola

Pembahasaan Soal Latihan Olimpiade Fisika