Jumat, 17 Juni 2011

Alat Pengukur Panjang

Alat yang digunakan untuk mengukur panjang adalah:

Mistar

Mistar yang digunakan untuk mengukur panjang mempunyai ketelitian sampai 0,05 cm (0,5 mm).


>>klik di sini>> untuk lebih jelas!

Jangka sorong

Jangka sorong mempunyai bentuk seperti gambar di bawah ini


>>klik di sini>> untuk ukuran yang lebih besar!

Keterangan:

a = Tangkai berskala tetap (berskala utama), dengan rahang tetap pada ujungnya

b = Rahang tetap

c = Nonius (skala nonius)

d = Rahang geser

e = Rahang belakang

f = Sekrup penahan rahang geser (Untuk menggeser nonius sekrup ditekan)

g = Bagian ujung yang dapat bergerak.

Mencari ketelitian jangka sorong

Ketelitian jangka sorong dapat dicari dengan menggeser nonius, agar titik nol skala nonius berimpit dengan titik nol skala utama. Baca skala terakhir nonius yang berimpit dengan skala utama. Jika nonius terdiri 10 skala sesuai dengan 9 skala utama, maka:

10 skala nonius = 9 skala utama

1 skala nonius = 0,9 skala utama

Karena tiap skala utama = 1 mm, maka selisih antara tiap skala utama dengan skala nonius,

= 1 mm – 0,9 mm

= 0,1 mm (0,1 mm ini merupakan ketelitian jangka sorong).


>>klik di sini>> untuk ukuran yang lebih besar!

Perbandingan kedua skala pada jangka sorong ini adalah 10:9. Ada juga jangka sorong jenis lain yang mempunyai perbandingan skala, 5:4, 20:19, dan 30:29. Ketelitian masing-masing jangka sorong ini berbeda.

Kegunaan jangka sorong

Kegunaan jangka sorong sebagai berikut:

Untuk mengukur panjang benda

Benda diletakkan antara rahang geser dengan rahang tetap, dengan cara menggeser nonius.

Baca skala nonius dan skala utama yang berimpit. Misalnya skala 5 nonius berimpit dengan skala 13 utama (lihat gambar!).


>>klik di sini>> untuk ukuran yang lebih besar!

Panjang benda dapat dicari sebagai berikut:

AC = AB + BC

AC = AB + (BD – CD)

AC = 8 mm + (4 mm – 4x0,9 mm)

AC = 8 mm + (4 mm - 3,6 mm)

AC = 8 mm + 0,4 mm

AC = 8,4 mm

Jadi panjang benda dari pengukuran di atas, yaitu 8,4 mm = 84 cm.

Pengukuran OB dapat juga dicari dengan cara yang lebih sederhana, yaitu:

AC = AB + (CD x ketelitian alat)

AC = 8 mm + (4 x 0,1)

AC = 8,4 mm

Untuk mengukur diameter dalam sebuah silinder

Rahang belakang e dimasukkan ke dalam silinder, nonius digeser sehingga pinggir-pinggir e tetap bersinggungan dengan dinding sebelah dalam silinder.


>>klik di sini>> untuk ukuran yang lebih besar!

Untuk mengukur dalam sebuah lubang

Masukkan bagian ujung g ke dalam sebuah lubang, kemudian nonius digeser sehingga ujung g ini mengenai dasar lubang.


>>klik di sini>> untuk ukuran yang lebih besar!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Label

Pembelajaran Fisika

Pembelajaran Fisika

Fase Mengamati (Hubungan Momentum Sudut dengan Momen Inersia)

Fase Mengamati (Hubungan Momentum Sudut dengan Momen Inersia)

Peta Konsep Fluida Dinamis

Peta Konsep Fluida Dinamis

Fase Mengamati (Persamaan Kontinuitas)

Fase Mengamati (Persamaan Kontinuitas)

Kelas Fisika

Kelas Fisika

Jurnal Pembelajaran Fisika

Bandarlampung, 1 Februari 2014

SMA Kebangsaan Lampung Selatan
X MIA 1
Presentasi Tugas Proyek:
Menganalisis pengaruh gerak vertikal wadah berlubang (2 lubang sejajar pada dasarnya) berisi air terhadap tekanan hidrostatis pada dasar wadah tersebut.
Proses Pembelajaran Siswa:
(1) Siswa ditugaskan menyiapkan alat, bahan, dan langkah percobaan sesuai dengan tujuan percobaan sehingga diperoleh kesimpulan pengaruh gerak vertikal terhadap tekanan hidrosatis pada dasar wadah berlubang. (2) Hasil pengamatan siswa berupa gambar dan video yang mampu merepresentasikan tujuan percobaan (membuktikan, menganalisis, dan menyimpulkan data).
Hasil Pembelajaran:
Pembelajaran berjalan sesuai dengan perencanaan pelaksanaan pembelajaran, yaitu; (a) Siswa melaporkan hasil tugas proyek, (b) Guru menilai presentasi siswa, (c)diakhir pembelajaran dilaksanaan kuis untuk mengukur ketercapaian pembelajaran (pengetahuan, keterampilan, sikap) siswa. Namun demikian, 4 siswa belum dapat dilakukan penilaian kinerja (mempresentasikan hasil pengamatan), dikarenakan data 4 siswa tersebut tidak dibawa di kelas. Selain itu, secara umum siswa belum mampu menyimpulkan hasil pengamatan dengan menganalisi prinsip tekanan hidrostatis pada dasar wadah berlubang berisi air.
Kesimpulan yang diharapkan:
1. Ada pengaruh gerak vertikal wadah berlubang berisi air terhadap tekanan hidrostatis.
2. Selama bergerak vertikal, massa wadah berlubang berisi air lenyap.

Sampel Hasil Pembelajaran Siswa

Sampel Data Siswa

Praktikum Azas Black

Praktikum Azas Black

Kelas Olimpiade Fisika SMA

Kelas Olimpiade Fisika SMA

Peta Konsep Kinematika Gerak

Peta Konsep Kinematika Gerak

Kelas Latihan Soal Olimpiade Fisika SMA

Kinematika 1:

Aplikasi GLBB dan Gerak Parabola

Pembahasaan Soal Latihan Olimpiade Fisika